Sholat ‘Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H

Pagi ini Rabu 27 Mei 2026, pukul 06.20 pelaksanaan Sholat Idul Adha dimulai dengan pembacaan informasi terkait penyembelihan hewan kurban. Informasi dibacakan ustadz Kasnu selaku ketua panitia JPZIS-MJRI (Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah Masjid Jami’ Rohmat Ismail), secara umum disampaikan ada 3 ekor sapi kurban patungan dan 4 ekor kambing mandiri. Pekurban adalah warga masyarakat di lingkungan RW 03 Dusun Kajang Desa Mojorejo.

Setelah penyampaian informasi dilanjutkan dengan sholat ‘Idul Adha, dan bertindak sebagai imam dan khotib adalah Gus Achmad Damanhuri Saifudin. Sebelum khotib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah ‘Id, didahului dengan seruan bilal oleh saudara Ahmad Abil Husein. Poin penting pesan khutbah pada sholat ‘Id kali ini adalah bagaimana kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang dialami sang Kholilulloh (kekasih Allah) Nabi Ibrahim AS bersama istri-istri dan putra-putra beliau. Ujian kehidupan yang silih berganti, dari pernikahan yang tidak segera dikaruniai putra sampai usia sepuh (dalam ukuran manusia saat ini). Kemudian setelah dikaruniai putra beliau mendapatkan ujian berupa perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan putranya, semakin mempertebal kesabaran dan keimanan beliau. Nabi Ibrohim AS adalah Abul Anbiya’ (bapak para Nabi). Ujian dan cobaan dari Allah sejak masa muda merupakan pelajaran berharga untuk mempersiapkan beliau melahirkan keturunan-keturunan luar biasa pula.

Dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita sebagai umat Islam seyogyanya mampu meneladani setiap kisah para Nabi/Rasul. Dari situ pula kemudian kita diharapkan dapat meneladankan, menjadi uswah semua kebaikan kepada keluarga dan lingkungan dimanapun kita berada. Semua itu dapat kita lakukan dari hal-hal terkecil dari diri kita sendiri, sesuai pesan Rosululloh SAW ابْدَأْ بِنَفْسِكَ ثُمَّ بِمَنْ تَعُولُ yang artinya “Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian pada orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Selesai khutbah dilanjutkan dengan bersalam-salaman dengan semua jamaah, dan diakhiri dengan kenduren sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas semua kenikmatan dan keberkahan hidup yang telah dikaruniakan.

Leave a Comment