Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriyah

Pergantian tahun baru Hijriyah sejatinya bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah momentum spiritual mendalam untuk melakukan refleksi diri (muhasabah) atas segala amal perbuatan di tahun yang lalu. Berbeda dengan penanggalan masehi yang berbasis pergerakan matahari (syamsiyah), kalender Hijriyah dihitung berdasarkan perputaran bulan (qamariyah) dan berakar pada peristiwa bersejarah migrasi (hijrah) Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Oleh karena itu, momen ini idealnya dimaknai sebagai titik balik untuk berhijrah secara maknawi—yaitu berkomitmen meninggalkan kebiasaan buruk dan bergerak menuju pribadi yang lebih baik, lebih religius, serta lebih bermanfaat bagi sesama di tahun yang baru.

Pada peringatan pergantian tahun baru hijriyah ini, Takmir Masjid Jami’ Rohmat Ismail mengadakan kegiatan Doa Bersama menandai berakhirnya tahun 1447 Hijriyah dan mengawali tahun 1448 Hijriyah. Menjelang maghrib pada hari Senin tanggal 15 Juni 2026, kegiatan dimulai dengan lantunan sholawat, dilanjutkan dengan rangkaian bacaan doa akhir tahun. Setelah melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan dzikir, membaca surah Yasin dan rangkaian bacaan doa awal tahun. Kegiatan diakhiri dengan menikmati berkatan/asahan yang dibawa dari rumah masing-masing jamaah dan minum susu putih sebagaimana dianjurkan oleh para salafussholih. Ulama seperti Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menganjurkannya agar kita menyambut tahun baru dengan pengharapan hati dan catatan amal yang bersih. Amaliah ini lebih tepat disebut sebagai tradisi atau bentuk tafa’ul (harapan baik) agar perjalanan hidup selama satu tahun ke depan tetap putih, bersih, dan penuh keberkahan.

Kita semua berharap pada momentum pergantian tahun ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas kehidupan baik spiritual (hablun minallah) dan sosial (hablun minannas). Dalam kesempatan ini Gus Achmad Saifudin selaku imam dan ketua takmir mengutip kalam hikmah Imam Al-Ghozali sebagai refleksi akhir dan awal tahun, yaitu:

مَنْ كَانَ يَومُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ خَاسِرٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ / هَالِكٌ

“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia celaka / terlaknat.”

Leave a Comment